BANYUWANGI – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menegaskan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan melalui program rehabilitasi hutan mangrove di Teluk Pangpang, Banyuwangi. Inisiatif ini berhasil memulihkan 50 hektare lahan kritis dan memberikan manfaat ekonomi signifikan bagi sekitar 5.000 masyarakat pesisir.

Bertepatan dengan momentum Hari Bumi pada 22 April, program regenerasi hutan mangrove ini menjadi langkah nyata perseroan dalam mengatasi degradasi lingkungan dan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi komunitas lokal.

Memulihkan Fungsi Ekologis dan Menciptakan Nilai Ekonomi

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menjelaskan bahwa kawasan Teluk Pangpang adalah wilayah pesisir dengan fungsi ekologis vital yang sebelumnya mengalami degradasi parah akibat tekanan lingkungan dan alih fungsi lahan.

“Aksi nyata BNI di kawasan tersebut merupakan wujud komitmen perseroan dalam memulihkan fungsi ekologis mangrove sekaligus menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekitar,” ujar Okki dalam keterangan tertulis yang dikutip Kamis (23/4).

Pendekatan Kolaboratif dan Dampak Multiguna

Program yang dijalankan melalui inisiatif BNI Berbagi ini mengadopsi pendekatan kolaboratif, melibatkan berbagai pihak termasuk masyarakat lokal, kelompok pengawas pesisir, serta pemerintah daerah. Kegiatan utama meliputi:

  • Penanaman mangrove di area terdampak.
  • Pemeliharaan intensif selama tiga tahun.
  • Pengembangan kawasan berbasis masyarakat untuk keberlanjutan.

Hasil dari rehabilitasi ini sangat nyata. Kawasan mangrove yang dipulihkan kini berfungsi kembali sebagai benteng alami pesisir yang krusial. Ini mampu secara efektif mengurangi risiko abrasi dan banjir rob, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di Dusun Tegalpare.

Peluang Ekonomi Baru dan Dampak SROI

Selain manfaat ekologis, program ini juga membuka beragam peluang ekonomi baru yang berkelanjutan bagi masyarakat. Beberapa di antaranya adalah:

  • Pengembangan ekowisata.
  • Budidaya kepiting soka.
  • Pembibitan mangrove.
  • Pengembangan produk turunan lainnya dari ekosistem mangrove.

Dari sisi dampak ekonomi, BNI mencatat nilai tambah yang signifikan. Berdasarkan kajian Social Return on Investment (SROI), setiap Rp1 investasi yang ditanamkan dalam program ini diperkirakan menghasilkan manfaat sebesar Rp3,35 hingga akhir tahun 2025. Proyeksi ini bahkan meningkat tajam menjadi Rp7,23 pada periode 2026-2027, seiring dengan semakin matangnya ekosistem mangrove dan berkembangnya peluang ekonomi.

“Capaian ini menunjukkan bahwa program keberlanjutan yang dirancang secara tepat mampu memberikan dampak multiplikasi yang nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” tambah Okki.

Masa Depan Inisiatif Lingkungan BNI

BNI memandang investasi di sektor lingkungan bukan hanya sebagai upaya pelestarian ekosistem, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir. Ke depan, perseroan berencana untuk memperluas inisiatif serupa. Mereka akan menggandeng lebih banyak pemangku kepentingan guna meningkatkan skala dan dampak positif dari program-program keberlanjutan.

Melalui program rehabilitasi mangrove di Banyuwangi ini, BNI secara konkret menunjukkan bahwa upaya pelestarian lingkungan dapat berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *